Lokarya Penyusunan Program Kredit Transfer (Student & Lecturer Exchange) dilaksanakan pada 12 Oktober 2017. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menanggapi target Universitas dalam peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengelola Kurikulum dari lima Prodi di FSRD dan menghadirkan Narasumber dari International Office UNS.

Ketua Pelaksana, Anung B Studyanto, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sebagai awalan dalam penyusunan dan evaluasi kurikulum. Jika program ini bisa dijalankan, paling tidak, ini mampu menjawab 6 KPI yang ditargetkan oleh Universitas. Sedangkan WD I, Rahmanu Widayat, menyampaikan rencana penyelenggaran program Credit Transfer/Earning tidak terlaksana dengan baik tanpa melibatkan banyak tim.

FSRD memiliki beberapa mahasiswa asing yang menempuh pendidikan S1. Hal ini lah yang mendorong FSRD untuk berani mencoba merumuskan kebijakan program Credit Transfer/Earning. Kepala International Office UNS, Taufiq Al Makmun, mencontohkan di Amerika Serikat, program seperti ini sudah biasa, bahkan dibuka untuk masyarakat biasa. Misal businessman yang ingin mengetahui tentang ekonomi makro sedangkan dia lulusan Fisika, maka dia bisa ikut kelas di Universitas, yang membuka program Credit Earning, tanpa harus terdaftar sebagai mahasiswa.

Lebih lanjut Taufiq Al Makmun menambahkan, sebenernya seperti kursus yang bisa dijual, FSRD memiliki banyak kelas skill yang bisa ditawarkan pada program Credit Earning, terutama bagi mahasiswa asing yang ingin belajar kebudayaan lokal. Begitu juga dengan mahasiswa yang ingin memiliki pengalaman belajar di Universitas lain yang memiliki kurikulum hampir sama, bisa mengambil Program Credit Transfer sehingga pengalaman dan kualitas lulusan mahasiswa mampu bersaing dengan Negara lain.

Kerjasama dengan universitas di Luar negeri yang sudah dilakukan FSRD dengan Universitas Sains Malaysia, akan memudahkan proses program Credit Earning/Transfer di FSRD.(elt)