Lab Komunitas Kreatif FSRD akan menjadi “ruang” pemikiran bersama di dalam dan akan mengembangkan konsep-konsep kerja kolaboratif dengan komunitas–komunitas kreatif, mengkaji dan mendiskusikan bersakam bagaimana konsep-konsep, gerakan, dan penalaran kreatif yang bisa diterima oleh publik. Mengambil peran pada tataran produksi budaya, Lab Komunitas FSRD berusaha membaca ulang wacana seni visual dan desain dari bawah dengan menggali potensi-potensi komunitas kreatif di dalam memproduksi budaya lewat simbol-simbol yang berpihak pada wacana komunitas, di luar wacana mainstream. Sedang pada tataran distribusi budaya, Lab Komunitas akan membuka dan melebarkan kerja di luar wilayah keilmuan seni visual dan desain formal dengan menyodorkan praktek seni dalam bingkai kerja social-budaya yang berorientasi pada kesadaran publik dan lebih bersifat partisipatoris

[dengan membangun jejaring berbasis komunitas]. Dan pada tataran konsumsi budaya, Lab Komunitas akan mengkaji dan mebaca ulang bagaimana komunitas kreatif menciptakan ruang-ruang bagi visi dan imajinasi mereka terkait cara mereka memahami dan memaknai kesenian dan berbagai dinamika sosiokultural yang terjadi.

Agenda awal Lab Komunitas berkolaborasi dengan komunitas-komunitas kreatif desa Trowulan, desa yang terletak di bekas wilayah kerajaan Majapahit. Trowulan sendiri menjadi wilayah yang kaya akan peninggalan-peninggalan Majapahit. Majapahit sendiri adalah ikon peradaban Jawa yang banyak meninggalkan warisan kekayaan olah rupa [visual]. Kekayaan olah rupa Majapahit bisa dilacak dari temuan-temuan beragam artefak seni-budaya monumental seperti candi, makam, tempat pemandian, dan hunian pada abad ke 14-15. Kekayaan olah rupa Majapahit juga bisa dilacak dari temuan-temuan penggalian arkeologis berupa temuan sisa-sisa kegiatan kerajinan berujud gerabah, terakota, perhiasan, dan patung-patung kecil dari logam maupun tanah liat.

Lab Komunitas Kreatif FSRD mengadakan Focus Discussion Group di Komunitas-komunitas Kreatif di Trowulan [7 – 9 Oktober 2016]. Peserta FGD Komunitas-komunitas Kreatif di Trowulan kali ini dihadiri para pelaku usaha berbasis industri kreatif, antara;

  • Pengrajin Teraccota [tanah liat]
  • Pengrajin Patung Perunggu
  • Pengrajin Alas Kaki [berbahan dasar karung goni]
  • Pengrajin Wayang Kulit
  • Pengrajin Batik Majapahit
  • Pengrajin Patung Batu
  • Pengrajin Sablon dan Manik-manik
  • Pengrajin Topeng
  • Pengrajin Limbah Bambu
  • Wirausaha Makanan Khas Majapahit
  • Pengrajin Tas dan Aksesoris Kulit
  • Komunitas Kerajinan Bata Press
  • Komunitas Wirausaha Minuman
  • Komunitas Wirausaha Café dan Resto
  • Pengrajin Tanaman Obat Keluarga [TOGA] Tradisional
  • Pengrajin Banteng Jepaplok [Jatilan]
  • Pengrajin Sepatu
  • Pengrajin Tas Kulit
  • Komunitas Pengrajin Kain Perca
  • Pengrajin Fiber Glass
  • Pengrajin Cinderamata Logam
  • Komunitas PKL
  • Komunitas Elektronika
  • Komunitas Pelaku Pariwisata

FGD Lab Komunitas-komunitas Kreatif di Trowulan ini, diawali dengan pemaparan program kerja dan roadmap Lab Komunitas-komunitas Kreatif FSRD UNS. Disampaikan juga rencana kegiatan, bentuk kegiatan dan rencana kegiatan 3 tahun kedepan. Keunggulan Lab Komunitas-komunitas Kreatif menjadi hal yang dikedepankan, dibawah institusi pendidikan yang besar [Universitas Negeri Sebelas]. Laboraturium pemikiran ini [pada perkembangan nantinya] sangat berpotensi menjadi besar, berbagai disiplin keilmuan yang dikembangkan di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta dapat berkolaborasi. Dukungan penuh dari Fakultas Seni Rupa dan Desain [SDM dan Pendanaan] menjadi modal utama dalam pengembangannya.

DSC_0070 DSC_0030 DSC_0116