Kegiatan Workshop Di Studio Keramik Bersama Anak-Anak Difabel

 

Pada hari Kamis, tanggal 10 November 2016 yang bertepatan dengan hari pahlawan, Studio keramik  FSRD UNS mengadakan workshop keramik dengan peserta beberapa anak difabel. Difabel atau disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal.

Peserta workshop keramik kali ini adalah berasal dari SLB A (Tuna Netra) YKAB Surakarta, Jl. HOS. Cokro Aminotho No. 43, Jagalan, Jebres, Surakarta. Peserta workshop dibagi perkelompok sesuai dengan kelas  atau umurnya. Dari kelas tiga hingga SMA kelas 2

Bahan atau media yang digunakan untuk workshop ini adalah media tanah liat (clay). Tanah liat ini diambil dari salah satu desa dimana masyarakatnya sebagian kecil berprofesi sebagai pengrajin keramik, yaitu Bentangan, Wonosari, Klaten. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menggali kemampuan kreatifitas anak difabel. Manfaat dari kegiatan ini adalah; anak-anak difabel bisa  berkarya keramik dengan teknik bebas, sehingga dengan kegiatan tersebut dapat merangsang intuisi berkarya seni rupa bagi mereka.

 

1

2