Sebagai bagian dari tri darma perguruan tinggi, tim research group Desain dan Media Baru FSRD UNS melaksanakan kegiatan pengabdian yang berlokasi di SMK Pembangunan Nasional Sukoharjo. Sekolah yang beralamat di Jl. Melati No. 52 Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah ini membuka 4 program keahlian yaitu (1) Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif); (2) Teknik Elektronika Audio Video; (3) Multimedia; dan (4) Teknik Komputer Jaringan. Dengan jumlah guru 46 yang mengajar 816 siswa laki-laki dan 178 siswa perempuan, sekolah ini menerapkan full day school dengan 5 hari kerja.

Kegiatan pengabdian berupa pelatihan produksi iklan audio visual tersebut dipilih berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh pihak mitra. Salah satu indikator yang menjadi penentu lulus tidaknya siswa SMK adalah Ujian Kompetensi Keahlian /UKK. Ujian tersebut merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI. Selama 3 tahun terakhir ini, pihak sekolah selalu memilih paket soal pembuatan video iklan. Pilihan tersebut dibuat dengan pertimbangan kemampuan, ketersediaan sarana prasarana, serta kemudahan dalam proses penilaian oleh tim penguji. Berdasarkan pada pengamatan proses ujian dan evaluasi hasil karya selama lebih dari 3 tahun tersebut, nampak beberapa hal terkait kompetensi siswa yang masih bisa ditingkatkan.   Secara umum, terdapat dua hal yang bisa ditingkatkan dari kompetensi para siswa. Yang pertama adalah peningkatan kompetensi pada wawasan siswa tentang proses produksi video iklan, dan yang kedua adalah kemampuan teknis tata kamera.

Perkembangan tidak terduga terjadi ketika pandemi Covid-19 mulai menyerang Indonesia. Pada 14 Maret 2020, demi mencegah penyebaran virus Corona, Pemerintah Kota Surakarta menetapkan kota Solo dalam kondisi KLB (kejadian luar biasa). Menyusul kemudian Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga menetapkan status kejadian luar biasa per 23 Maret 2020. Dalam situasi KLB tersebut semua kegiatan belajar mengajar yang bersifat konvensional berupa interaksi fisik di sekolah langsung ditiadakan dan perlahan dunia pendidikan mulai bertransisi menuju pembelajaran jarak jauh. Kondisi tersebut akhirnya membuat tim pengabdian memutuskan untuk membuat video bahan ajar. Video tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran mandiri para siswa dan dapat digunakan berulang kali di tahun tahun mendatang.

Secara umum video bahan ajar berisi 2 pembahasan, yang pertama adalah sinematografi berupa dasar-dasar pengambilan gambar dengan kamera. Bagian kedua mengajarkan tentang dasar-dasar pencahayaan.

Bagian basic shot menampilkan materi shot size atau besat kecilnya subjek dalam satu frame. Termasuk dalam basic shot ini adalah extreme long shot, long shot, medium shot, close up, dan extreme close up. Selain menjelaskan pengertian dan seperti apa shot-shot tersebut, disampaikan pula fungsi atau kapan shot tersebut digunakan. Setelah shot size pembahasan berganti kepada shot angle atau sudut kamera terhadap objek. Shot angle menampilkan low angle, high angle, dan dutch angle. Materi komposisi gambar membahas tentang rule of third, head room dan lead room, balance, dan depth of field.

Pada bagian camera movement atau pergerakan kamera, menampilkan teknik dasar kamera yang sangat berpengaruh dalam membangun ekspresi atau suasana yang ingin disampaikan kepada penonton. Beberapa teknik yang ditampilkan adalah pan dan tilt, dolly, tracking, steadycam, dan crane.