Introduction

CREATIVE SHARING “WEB IS EVER FLAT”

CREATIVE SHARING “WEB IS EVER FLAT”

Media digital Internet mulai di kenalkan di era 90an dan mengalami booming di Indonesia ketika Microsoft meluncurkan sistem operasi (operating system) terbarunya, Windows 95 di pertengahan era 90an. Sistem operasi terbarunya ini memudahkan penggunanya untuk berinteraksi dan berselancar di jejaring jagad jembar (world wide web) melalui Internet. Media Internet semakin mengalami kenaikan pesat penggunanya ketika terintegrasi dengan ponsel pintar (smartphone) di era 2000an. Dengan terintegrasinya ke media ponsel pintar, membuat sistem operasi dan desain tampilan juga mengalami perubahan dan semakin memudahkan penggunanya dalam berinteraksi. Tuntutan perubahan tampilan media digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna internet, memunculkan peluang bagi para desainer komunikasi visual untuk merancang tampilan sebuah website. Melihat peluang ke depan desain web yang masih sangat terbuka bagi para desainer komunikasi visual, Program Studi Diploma 3 Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta mengadakan acara Creative Sharing “Web is Ever Flat” – Understanding The Split Layout & Flat Design in Website.
Acara Creative Sharing ini menampilkan pembicara seorang desainer web sekaligus alumni dari Prodi D3 DKV FSRD UNS, Hari ‘papay’ Wicaksono. Saat ini Hari bekerja pada perusahaan Closely Coded Pte. Ltd., sebuah perusahaan dari Singapura yang bergerak di bidang branding consultant and web designer. Sebagai moderator, seorang praktisi web sekaligus dosen mata kuliah Desain Web di Prodi D3 DKV FSRD UNS, Arief Fajar Nursyamsu, S.Si, yang memandu jalannya Creative Sharing ini. Acara diawali dengan sambutan dari Kaprodi D3 DKV FSRD UNS, Hermansyah Muttaqin, M.Sn. Dalam sambutannya, Kaprodi menjelaskan perkembangan media digital kedepan dan peluang baru yang bisa ditekuni bagi para desainer komunikasi visual di bidang media digital dan media baru lainnya yang akan banyak bermunculan. Sedangkan Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Drs. Agus Nur Setyawan, M.Hum menjelaskan tentang pentingnya sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi dan para alumni yang sudah terjun di industri kreatif sehingga bisa mengetahui kebutuhan dan kesiapan lulusan DKV di dunia industri kreatif. Sambutan dari Wadek III tersebut sekaligus membuka acara Creative Sharing “Web is Ever Flat”.
Hari memulai sesi sharing dengan Pengenalan Website dari Fungsi Website. Sebuah website mempunyai fungsi komunikasi, informasi, entertaintment, transaksi. Fungsi komunikasi dapat ditemui pada media jejaring sosial pertemanan; seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan sebagainya. Fungsi informasi dapat ditemui pada media website untuk perusahaan atau lembaga pendidikan. Fungsi hiburan (entertainment) dapat ditemui pada media Youtube, Vevo, dan lain-lain. Media transaksi dapat ditemui pada website yang digunakan sebagai media berjualan produk dan transaksi via online (online shop). Setelah mengetahui tujuan fungsi website yang akan dirancang, langkah selanjutnya adalah merancang tampilan website dengan sentuhan estetika (disinilah peran seorang desainer web) agar menarik dilihat namun tetap memudahkan dan tidak membingungkan ketika digunakan.
Metode tahapan dalam merancang sebuah website menurut Hari, dimulai dari membuat sketsa kasar berupa acuan penempatan unsur-unsur desain. Setelah itu langkah kedua adalah membuat wireframe, yang terbagi dalam dua tahap; Low Fidelity & High Fidelity. Low Fidelity adalah bentuk tahap awal layout halaman website, sedangkan High Fidelity adalah tahap komprehensif layout halaman website yang sudah berupa full design. Untuk memudahkan pembuatan wireframe, digunakanlah grid atau garis bantu untuk penempatan unsur-unsurnya. Penggunaan grid ini tidak hanya untuk layout pada halaman website, namun juga lazim digunakan pada layout halaman media cetak. Setelah menempatkan grid sebagai garis bantu untuk memudahkan peletakan unsur desain, dipilih warna dan huruf yang sesuai dengan perusahaan/lembaga yang dirancang websitenya. Patokan pemilihan warna dan huruf yang digunakan dari warna logo dan huruf nama perusahaan. Dari warna logo ini kemudian dipilih warna yang mendekati untuk warna pendukung, agar tidak terlalu ‘ramai’ serta huruf yang sesuai dengan identitas perusahaan. Langkah berikutnya adalah memilih perfect pixel yang sesuai. Perfect pixel gunannya agar tampilan bisa sesuai dibuka pada media yang digunakan, komputer atau ponsel pintar. Tahap terakhir adalah membuat yang simpel. Simpel disini maksudnya adalah tidak terlalu banyak hiasan, serta mudah dipahami/dikenali.
Materi utama dalam Creative Sharing ini adalah Split Layout dan Flat Design, yang dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama membahas Split Layout dalam desain web. Penerapan Split Layout dalam desain web mempunyai ketentuan sebagai berikut; Layout web mengikuti ‘Eye Movement’ atau gerakan mata. Gerakan mata membaca sebuah teks adalah dari kiri ke kanan, terus ke kiri bawah lanjut ke kanan bawah dan seterusnya. Alur gerakan mata membaca teks ini dijadikan pertimbangan penempatan teks dan gambar. Bentuk alurnya adalah Zigzag antara Teks dan Gambar. Alur zigzag ini adalah alur yang nyaman/ergonomis ketika pengunjung/pembaca melihat halaman sebuah website. Begitu terbatasnya waktu pembaca dan atau banyaknya halaman website yang bisa dibuka pembaca/pengunjung, membuat hanya butuh waktu 3 menit untuk menangkap ‘maksud’ dari sebuah website. Sehingga ketika sebuah website tidak mudah dipahami dalam waktu singkat, membuat sebuah website akan ditinggalkan oleh pengunjung. Hal-hal penting, yang menyangkut induk informasi, harus diletakkan di posisi atas (top screen). Sehingga memudahkan pembaca/pengunjung untuk memilih sesuai kebutuhan.
Munculnya Sistem Operasi Windows 8 di tahun 2014, memunculkan pula tren baru dalam visual dan layout yaitu Desain Datar (Flat Design). Flat Design menampilkan tampilan desain datar 2 dimensi seperti layaknya desain cetak pada media kertas. Flat Design mempunyai ciri yaitu : Menggunakan ikon untuk mereprensentasikan sebuah objek (Flat icon/thin icon). Penggunaan ikon ini agar lebih memudahkan dikenali dan dipahami. Meski menggunakan ikon, namun dalam hal pewarnaan boleh banyak warna (Colorful). Namun tetap dibatasi agar tidak terlalu ramai tampilannya. Maksimal bisa menggunakan 3 – 4 warna untuk ikon yang digunakan. Sehingga desain terlihat minimalis namun lebih mengutamakan kegunaan/fungsi. Bukan banyak dekorasi tapi tidak ada fungsi. Bersih (Clean) tampilan dan Fokus pada fungsi.
Antusiasme para peserta Creative Sharing terlihat ketika dibuka sesi tanya jawab untuk 2 materi yang disampaikan pembicara. Para peserta, dari mahasiswa D3 DKV dan S1 DKV, serta dari dosen pengajar DKV banyak menanyakan terkait dengan pengalaman dan tips-tips menekuni bidang desain web, seperti Tren Website kedepan, Cara bertahan saat masuk ke bidang desain web ketika masih kuliah, Strategi agar bisa masuk/diterima di situs portofolio dan cara supaya bisa memperoleh pekerjaan berdasarkan portfolio di situs tersebut, Contoh-contoh website dengan harga 30jt, Prospek industri web design, Persaingan dengan lulusan DKV dari Perguruan Tinggi lain dan mengajukan permohonan Magang/Kerja Profesi, Apakah perlu membuat gaya desain sendiri atau mengikuti tren yang sudah ada, Bagaiman tahapan langkah Riset sebelum merancang website, Hak Cipta/Portofolio website yang dibuat oleh desainer akan menjadi milik siapa. Sedangkan hal-hal teknis yang terkait dengan desain web seperti apa itu Perfect Pixel, Bagaimana mengatasi kerancuan warna dalam design web, juga ditanyakan dalam sesi tanya jawab tersebut.
Masih banyak hal-hal yang ingin ditanyakan para peserta kepada pembicara dalam sesi tersebut. Namun karena keterbatasan waktu, acara Creative Sharing diakhiri pukul 12.00 WIB dengan penyerahan kenang-kenangan dari Prodi D3 DKV dan kenang-kenangan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain kepada pembicara, yang diserahkan langsung oleh Kaprodi D3 DKV FSRD UNS. Acara ditutup dengan foto bersama Pembicara dengan para Peserta, Panitia dan Pengelola Prodi D3 DKV FSRD UNS.

Curriculum Vitae
Nama : Hari ‘Papay’ Wicaksono
Umur : 29 tahun
Domisili : Jl. Godean No 45 Jogjakarta
Sekolah : Program Studi D3 DKV Fakultas Seni Rupa Desain UNS, angkatan 2005.
Riwayat Pekerjaan :
• Desainer Grafis di Abankirenk Creative (2010)
• Pixel Artist di Gameloft Indonesia (2012)
• Web Designer di Closely Coded (2013 – Sekarang)

12961173_981613448593018_2305955224267143047_o 12977090_981612581926438_3663145402131336855_o 12976859_981613065259723_8021005614713491023_o 12977158_981613368593026_7752710233531960252_o 12967276_981614371926259_3898220409638355516_o 12968144_981609648593398_6709063190883903563_o 12968170_981609895260040_2091336565470303302_o 12998182_981610141926682_4914243452537330331_o 12967922_981611875259842_8606703787899660317_o 12973220_981612095259820_7435168218557955898_o

0 comments on “CREATIVE SHARING “WEB IS EVER FLAT”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *